Print this page
Guru saat ini mungkin kondisinya lebih baik secara ekonomi karena adanya anggaran perbaikan kesejahteraan dari pemerintah.
Akan tetapi kualitas dari pendidikan mereka juga harus lebih baik lagi. Misalnya muridnya sudah bisa menggunakan teknologi, bisa internetan di komputer, hanphone maka guru juga harus bisa seperti itu.
Guru sebaiknya dalam mengajar jangan hanya monolog. Mampu merangsang otak anak untuk berpendapat dan mengemukakan pemikirannya. Jadi jangan hanya semua pelajaran harus diikuti, bila seperti itu pelajaran yang akan terserap sedikit sekali.
Guru juga seharusnya lebih banyak tahu daripada anak muridnya, jadi guru itu tidak mengajar dengan berbicara di depan kelas saja, namun juga mau berdialog dengan anak muridnya. Hal itu sangat penting. Anak itu suka menguji gurunya, dengan cara bertanya kepada gurunya sehingga ia tahu apakah guru itu tahu jawabannya atau tidak.
Pemerintah dan pihak sekolah harus memberikan pelatihan dan pendidikan kepada guru yang cukup untuk mengimbangi muridnya. Agar bisa mengajar secara kualitatif daripada hanya sekedar menghafal. Berdialog itu lebih menarik daripada sekedar hanya melihat guru lalu kita meniru apa yang dikatakannya.
lebih baik antara diskusi dan monolog harus diimbangi agar anak bisa lebih kreatif, berfikir tajam dan berani bicara. Jadi saat lulus sekolah nanti anak bisa kreatif dan tetap disiplin.

Tidak dimungkiri bahwa dalam dunia yang semakin modern ini, peran Ayah sering terfokus kepada pemenuhan kebutuhan keluarga, terutama segi finansial.
Kehilangan waktu bercengkrama bersama keluarga termasuk mendampingi anak belajar menjadi hal biasa di tengah kesibukan yang luar biasa.
Ada 5 peran Ayah di dalam edukasi anak, yaitu :
- Ayah adalah provider, artinya sebagai penyedia dan pemberi fasilitas. Dalam konteks pendidikan jelas bahwa Ayah bekerja sekuat tenaga demi mencukupi kebutuhan pokok maupun penunjang prestasi anaknya.
- Ayah protector. Memberi perlindungan di sini bukan hanya berarti mengayomi anaknya, tetapi juga memberi pemahaman dan pengertian apa boleh atau tidak boleh anak lakukan.
- Ayah sebagai decision maker. Di sini Ayah membantu anak untuk mengatasi kesulitan dalam belajar. berikan motivasi dan dorongan agar anak tidak merasa sendiri untuk berjuang.
- Ayah sebagai child specialize and educator. Di sini Ayah membimbing anaknya untuk bersosialisasi dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.
- Ayah sebagai nurtured mother. Sebagai pendamping Ibu, disarankan Ayah selalu berdiskusi dan membantu Ibu dalam permasalahan pendidikan anak. Bukankah sangat menyenangkan bila Ayah dan Ibu kompak soal anak?
Akhirnya selamat berjuang bagi semua Ayah demi kesuksesan pendidikan buah hati.
Print this page
ASEAN Blogger Conference akan diikuti oleh sekitar 200 peserta dari perwakilan blogger 10 negara-anggota ASEAN dan Perwakilan Komunitas Blogger seluruh Indonesia.
ASEAN Blogger Community digagas oleh blogger di berbagai kota di Indonesia. Bloggers Indonesia menginginkan ASEAN tidak hanya forum para pimpinan saja, tetapi juga hubungan komunikasi di antara rakyat.
ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia diresmikan oleh Dirjen Kerjasama ASEAN Kemlu 10 Mei 2011, dan bersama wakil-wakil komunitas blogger lainnya membubuhkan tandatangan di atas Deklarasi 11 Mei 2011.

Museum Pasifika, Jl Amphi Nusa Dua Kawasan BTDC Bali Collection, Nusa Dua, Bali
Bali, 16-17 November 2011
Free. For reservation email to anton@nawalapatra.com or text to 0817348794 (Anton Muhajir)
08.00 – 08.40 Registration
08.30 – 08.40 Opening Traditional Dance Performance
08.40 – 08.45 Remarks by President of the ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia Iman Brotoseno
08.45 – 09.15 Keynote Speech and Opening Remarks Tifatul Sembiring, the Minister of Communication and Informatics of the Republic of Indonesia
09.15 – 09.30 Implementation of the ASEAN Charter toward ASEAN Community 2015 H.E. Ambassador Hazairin Pohan, Advisor to ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia
09.30 – 09.45 ASEAN-European Union H.E. Ambassador Julian Wilson, EU Permanent Representative to ASEAN
09.45 – 10.00 Discussion
10.00 – 10.15 Coffee break
10.15 – 11.30
The Establishment of ASEAN Blogger Community
President of the ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia (Moderator Iman Brotoseno)
Ten Features Blogsphere in ASEAN (10 minutes each): Indonesia, Thailand, Phillipines, Chambodia, Singapore, Brunei, Malaysia, Vietnam
11.30 – 12.30
ASEAN Blogger Meeting. Tentative Points of Discussion:
a. Exchange of Views on the development of social media in ASEAN
b. Future direction of ASEAN Blogger Community
c. Blogger Exchange
d. Declaration of ASEAN Blogger Community
Forum Group Dissucion A Blogger Gorontalo
Forum Group Dissucion B Blogger Yogyakarta
Forum Group Dissucion C Blogger Medan
12.30 – 13.10 Lunch break
ASEAN Blogger meeting (continues)
14.00 – 15.00 Presentasi hasil FGD (5 minutes each group)
15.00 – 16.10
Talkshow The role of online social media to increase public awareness of ASEAN (Moderator Onno W Purbo)
Google Public Policy Southeast Asia, Mike Orgil
Startups in Indonesia, Shinta Dhanuwardoyo
Socmed in the future, Nukman Luthfie
Discussion
16.10 – 17.50
Freedom of Expression (Moderator Enda Nasution)
Freedom of Expression in Indonesia (Anggara Suwahyu)
Freedom of Expression in Chambodia
The Information and Technology Development (Onno W purbo)
Discussion
17.50 – 18.00 Photo session
18.00 – 18.30 Preparation for Declaration
18.30 – 19.00 Introductions among the Blogger Community
19.00 – 19.15 Welcome Remarks by Director General of ASEAN Cooperation Djauhari Oratmangun
19.15 – 19.30 Opening Remarks by the Minister of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia Marti Natalegawa
19.30 – 19.40 Signing ceremony of the Declaration of ASEAN Blogger Community Member Countries
19.40 – 19.50 Announcement and Awarding the winner of Blogger Writing competition
19.50 – 21.00 Dinner with Bali Dance performace
disadur dari : http://aseanblogger.com/?p=820&wpmp_switcher=mobile dan http://baliblogger.org/agenda/asean-blogger-conference-2011.html
Print this page








